Minggu, 15 Juli 2012

Pengawasan Wirausaha

  •  Jenis – Jenis Pengawasan
a.     Pra Pengawasan
       Pengawasan yang terjadi sebelum kerja dilakukan dinamakan pra-pengawasan atau pengawasan kedepan (feed-Forward control). Pra-pengawasan menghilangkan penyimpangan penting pada kerja yang diinginkan yang dihasilkan sebelum penyimpangan terjadi.

b.     Pengawasan yang bersamaan dengan Pelaksanaan Kegiatan
       Pengawasan yang terjadi ketika pekerjaan sedang dilakukan dinamakan Pengawasan “Concurrent”. Pengawasan concurrent tidak hanya berhubungan dengan kinerja kemanusiaan saja tetapi juga pada bidang-bidang seperti kinerja peralatan-peralatan penampakan departement.

c.      Pengawasan Umpan Balik
       Pengawasan yang dipusatkan pada kinerja organisasional dimana lalu dinamakan pengawasan umpan balik. Ketika menggunakan tipe pengawasin ini, wirausahawan sesungguhnya berusaha untuk mengambil tindakan koreksi dalam organisasi dengan melihat pada sejarah organisasional selain periode tertentu.

  • Fungsi Pengawasan dalam Wirausaha

A.  Perencanaan adalah penentuan segala sesuatu sebelum dilakukan kegiatan-kegiatan usaha.wirausahawan yang mengadakan perencanaan akan berhasil dibandingkan denganyang tidak mengadakan perencanaan.
B.   Pengorganisasian adalah merupakan proses menciptakan hubungan antara fungsi-fungsipersonalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan diarahkan pada pencapaian tujuan.
C.   Pengarahan adalah merupakan usaha yang berhubungan dengan sesuatu agar semua dapatdilakukan.
D.  Pengkoordinasian adalah merupakan usaha mengsinkronkan dan menyatukan segalakegiatan dalam usaha agar tercapai tujuan wirausaha.
  •  Alat-alat Pengawasan
a.   Manajemen Pengecualian
Manajemen pengecualian adalah teknik pengawasan yang memungkinkan hanya penyimpangan kecil saja antara kinerja yang direncanakan dan kinerja aktual yang mendapatkan perhatiaan dari wirausahawan.

b.   Analisis Pulang-Pokok
c.   Analisis Rasio
d.   Penganggaran



  • Bentuk – Bentuk Kepeminpinan
1.   Kepemimpinan Kharismatik, yaitu kepemimpinan yang ditandai dengan penampilan seorang tokoh yang memiliki kharisma (kelebihan), yaitu semacam daya tertentu yang memberi pesona kepada mayarakat, sehingga masyarakat mengakuinya sebagai pemimpin.
2.     Kepemimpinan Tradisional, yaitu kepemimpinan yang ditandai dengan penampilan seorang tokoh yang didasarkan pada ikatan primordial, seperti ikatan keluarga/keturunan, kedaerahan, agama, dan kesukuan.
3.     Kepemimpinan Rasional,  yaitu kepemimpinan yang ditandai dengan penampilan seorang tokoh yang didasarkan pada kemapuan dan kecakapan yang dimilikinya.

  • Bentuk – Bentuk Komunikasi
a.  Komunikasi Intra personal
b.  Komunikasi Interpersonal
c.  Komunikasi Kelompok
d.  Komunikasi Organisasi
e.  Komunikasi Massa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar